Seminggu Menggunakan Metode BLW

Tak terasa sudah seminggu ini Magani ber-BLW dan setiap hari saya dibuat kagum dengan perkembangan proses makannya. Sengaja saya tunggu sampai seminggu baru buat postingan tentang BLWnya, biar jadi semacam rekap gitu :). Ini cerita singkatnya ya,

1. Hari pertama : brokoli kukus.

Makan brokoli kukus

Karena belum bisa duduk sendiri, Magani dipangku sama eyang kakungnya, hehe.. Begitu piring makannya disodorin, brokolinya dipegang-pegang, diamati, trus dilempar, hahaha.. Setelah itu dia ambil lagi potongan yang lain, dan berhasil langsung masuk ke mulut, yaaay!. Bonggol brokoli pun ada yang masuk ke mulut dan sempat agak gagging, tapi ga muntah. Ga lama bonggol brokoli yang ga bisa dia telan itu keluar lagi dari mulut. Hebaaat! Acara makan berakhir waktu anaknya keliatan bosen dan piringnya ditepok-tepok doang. BLW hari pertama lancar dan ibunya berangkat ke kantor dengan hati gembira, hehehe alhamdulillah..

2. Hari kedua : brokoli  dan wortel kukus

Acara makan hari kedua juga lancar, Magani bisa memotong wortel dengan gusinya, dan ketika potongan itu terlalu besar di mulut, wortelnya langsung dilepeh dan wortel yang ada dalam genggamannya dimasukkan lagi ke mulut, dan dipotong lebih kecil. Jadi Magani belajar mengukur seberapa besar potongan yang bisa masuk mulut. Magani juga lebih pintar mengatasi brokoli. Bonggolnya dipegang erat, kemudian pucuk brokoli masuk ke mulut, kunyah-kunyah-kunyah, pas keluar dari mulut tinggal bonggolnya aja, ehehehe.. Hari kedua juga no gagging :).

3. Hari ketiga : buncis kukus

Karena tekstur buncis yang agak susah untuk dipotong dengan gusinya, jadi buncis kukus ini disesep-sesep aja sama Magani. Keluar dari mulut, buncisnya udah kering ga ada airnya 😀

4. Hari keempat : mangga

Mangga ini saya sajikan segar, dan alhamdulillah Magani suka. Mangganya belepotan kemana-mana, sampai ke dagu dan pipi tapi alhamdulillah banyak juga yang masuk ke mulutnya :). Magani juga ga (maaf) mencret karena makan mangga.

Makan mangga

5. Hari kelima : apel kukus

Magani juga suka apel kukus, mungkin karena banyak airnya ya. Apel ini ga saya kupas, jadi ketika potongan apel ini masuk mulut, Magani akan kunyah-kunyah, dan tau-tau kulit apel keluar dari mulutnya sementara daging apelnya udah dia telan. Saya takjub pas lihat kemampuan barunya ini. Rupanya otot lidah, otot rahang dan gusi bekerja sama memisahkan daging apel dan kulitnya.

6. Hari keenam : pir kukus

Perlakuan terhadap pir kukus ini juga sama, Magani akan memisahkan daging pir dan kulit pir di mulut, nanti tinggal kulit pirnya dilepeh sama dia.

7. Hari ketujuh : alpukat

Untuk alpukat, karena alpukat yang saya beli masih belum terlalu lembek, jadi lebih gampang diatasi sama Magani. Alpukatnya sukses masuk mulut dan dikunyah-kunyah.

So far selama seminggu ber-BLW, Magani tidak mengalami reaksi alergi dan tidak sampai gagging berlebihan. Semua makanan yang tidak berhasil dikunyah atau ditelan akan segera dilepeh atau dimuntahkan sama dia, dan makanannya akan dipotong lagi lebih kecil. Magani belajar mengukur seberapa besar makanan yang bisa masuk ke mulutnya. Dia juga belajar mengkoordinasikan tangan kanan dan kiri untuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Kalau Magani terlihat bosan atau mulai cranky, tandanya sesi makan harus disudahi karena dia sudah kenyang. Untuk tekstur pup juga sudah mulai memadat, tapi tidak ada tanda-tanda sembelit.

Sesi makan selalu dimulai setelah Magani menyusu, jadi asupan nutrisi lebih banyak dari ASI. Sampai dua minggu pertama, Magani hanya satu kali makan di pagi hari, setelah itu dua kali sehari dan ketika masuk 7 bulan akan meningkat jadi 3 kali sehari.

Alhamdulillah seminggu ini proses makan lancar, dan Magani tampak senang ketika mulai makan, mungkin karena sekalian dia mengeksplorasi tekstur dan rasa ya. Memang proses makan akan jadi lebih lama dan berantakan, tapi saya sih fine-fine aja karena memang yang penting anaknya makan dengan happy :). Masih ada beberapa macam sayuran, buah dan karbo yang mau saya coba berikan ke Magani, seperti kabocha, zuchini, paprika, kentang, pepaya, tomat,etc, tapi satu-satu dulu ya. Nanti setelah frekuensi makan jadi 3 hari sehari, ibunya harus pintar memadu-madankan makanan nih biar anaknya ga bosen dan makannya tambah banyak.

Untuk yang mau mencoba ber BLW, tipsnya adalah harus percaya sama kemampuan bayinya, karena bayi itu pintar. Dan jangan lupa untuk mengkomunikasikan metode ini dengan ayah sang bayi, juga keluarga besar, karena metode BLW adalah metode baru dimana beberapa orang tidak familiar, hehe..

Semoga proses makan Magani lancar seterusnya dan makannya makin pintar.. amiin!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s