Persiapan MPASI Magani – Metode Baby Led Weaning

Tak terasa dalam hitungan hari bayi mungil kami, Magani, akan berusia 6 bulan dan mulai makan makanan pendamping ASI (MPASI). Dengan demikian ia juga akan lulus 6 bulan ASI Ekslusif, horeeeee :). Dalam rentang 6 bulan ini banyak sekali milestone tumbuh kembangnya, dan salah satu yang paling bikin deg-degan sekaligus ga sabar adalah melihatnya memulai makan makanan padat.

Untuk metode MPASI Magani, saya dan suami sepakat untuk menggunakan metode BLW (Baby Led Weaning). Pertama kali mengenal istilah ini ketika ada seorang teman yang memposting foto bayinya sedang ber-BLW di media sosial. Sebenarnya apa sih BLW itu ? Saya dan suami kemudian memulai riset kecil-kecilan dan berdiskusi panjang lebar, mengenai keuntungan dan kerugian menggunakan metode ini.

Baby Led Weaning menurut bukunya Gill Rapley adalah metode pemberian makanan padat pada bayi, dimana bayi tidak makan bubur, puree, dan makanan halus lainnya melainkan langsung makanan padat seperti kukusan sayur, buah, dan finger foods. Melalui metode ini bayi diberi kesempatan dan kepercayaan untuk makan sendiri. Jadi bayi akan belajar mengkoordinasikan gerakan tangan mulai dari mengambil makanan, mengarahkan ke mulut, mengukur besarnya makanan yang bisa dia makan, mengunyah dan mengenali ketika dia sudah kenyang. Bayi juga akan belajar berbagai tekstur makanan. Metode ini memang tidak terlalu familiar tapi sudah banyak yang mempraktekkan dan banyak keuntungan yang didapat dengan menerapkan metode ini.

Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul ketika saya bilang akan menggunakan metode ini untuk Magani adalah, “gimana nanti kalau kelolodan atau keselek?”, kemudian, “gimana kalau nanti berat badan ga naik karena asupannya kurang?”, “memangnya ga papa kalau bayi langsung makan makanan padat?”. Pertanyaan-pertanyaan ini dijawab dengan jelas di bukunya Gill, dan didukung oleh testimoni ibu-ibu yang sudah menggunakan metode BLW, bahwa resiko kelolodan atau keselek juga mungkin terjadi pada bayi-bayi yang disuapi / spoon feeding. Dan bayi mempunyai mekanisme sendiri untuk mengeluarkan makanan yang tidak bisa dia telan. Asal bayi duduk tegak (sendiri/ dengan dibantu) selama proses makan, maka resiko kelolodan semakin kecil. Dengan mengalami kelolodan, bayi akan mengukur seberapa besar makanan yang bisa dia makan.

Kalau mengenai berat badan atau asupan nutrisi, bayi-bayi dibawah umur 1 tahun masih mendapatkan sebagian besar nutrisinya melalui ASI, makanan itu sebagai pendamping saja makanya diberi nama MPASI, makanan pendamping ASI. Mengenai tekstur padat yang langsung diperkenalkan ke bayi, tidak menjadi masalah karena usus bayi berusia 6 bulan sudah bisa menerima makanan padat.

Selain itu, metode BLW meminimalisir kemungkinan bayi GTM (gerakan tutup mulut) dan picky eater, karena proses makan adalah proses eksplorasi yang menyenangkan dan tidak ada paksaan si bayi untuk makan. Saya ingat, dulu jaman kecil saya susah sekali makan, harus dicangar kalau orang Jawa bilang, jadi hidung saya harus dipencet sehingga mulut refleks akan membuka, dan saat ini makanan disuapkan ke saya. Pengalaman ini sangat membekas, sehingga buat saya, makan menjadi siksaan dan akhirnya saya tidak suka makan. Nah saya tidak ingin Magani mengalami itu, sehingga buat saya, metode BLW ini menjadi jalan keluar yang baik.

Proses selanjutnya untuk memulai MPASI adalah dengan mensosialisasikan ke mbak pengasuh Magani, saya ajak dia lihat video bayi-bayi yang sedang ber-BLW di youtube, kemudian memberikan artikel BLW, dan saya juga menjelaskan dengan detil BLW itu apa. Saya juga menjelaskan ke eyang-eyang Magani tentang BLW dan alhamdulillah tidak ada pertentangan berarti.

Ahh ga sabar mau lihat si bayi belajar makan, semoga BLWnya nanti lancar ya naaakk šŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s