The Unknown

The unknown wasn’t always the greatest thing to fear. (taken from tumblr by Sarah Dessen)

Di satu jeda makan siang yang riuh rendah ketika saya sedang terburu-buru menyiapkan diri untuk mengikuti rapat pertengahan tahun, dan pandangan mata saya tertumbuk pada satu kalimat diatas di laman tumblr saya.  Satu kalimat sederhana yang berhasil membuat saya berpikir sampai beberapa saat setelahnya, bahwa benar the unknown, –situasi dimana semua serba tidak pasti dan absurd–  itu bukanlah hal paling besar yang harus ditakuti.  Ketakutan terbesar buat saya justru ketika saya harus melangkah pertama kali ke dalam the unknown itu. Ke dalam situasi dimana semuanya gelap dan ada berjuta kemungkinan disana, ada kemungkinan merasakan kebahagiaan berkali lipat dibandingkan sebelumnya, dan ada pula kemungkinan untuk terpeleset, jatuh dan merasakan sakit yang lebih dalam. Melangkah bukan hanya tentang menjejakkan kaki, tetapi juga menyiapkan diri untuk menjalani segala  kondisi terbentang di hadapan -apapun itu- dan menerimanya sepenuh hati.

Tidak pernah akan cukup bekal untuk menemani selama berada di dalam the unknown, seperti halnya kita yang tidak akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi di depan sana. Setiap momen hidup adalah sesuatu yang absurd, tetapi sesungguhnya sudah terencana dengan sangat sempurna, dan sudah diatur sedemikian rupa oleh Sang Pemilik Hidup. Jatuh adalah proses yang alamiah, seperti halnya kembali bangkit setelah jatuh juga merupakan naluri dasar manusia.

Dalam keterbatasan saya sebagai manusia, tentu saja dibutuhkan keberanian untuk jatuh dan bangkit lagi, tetapi justru dengan itulah kita akan merasakan hidup yang sebenar-benarnya. Ketika hidup berada dalam waktu yang paling unyu sekalipun, akan selalu ada tangan-tangan yang siap menopang, serupa jaring pengaman yang akan menjagamu dari terhempas bebas ke tanah, dan ketika tiba dimasa kita berdiri tegak, waktu yang telah terlewati dalam likunya yang paling absurd sekalipun akan tampak seperti gambar berpola sederhana yang sama sekali tidak rumit. Hanya sesederhana itu.

 Jadi, siapa takut? 🙂

Meminjam quotes favorit kakak perempuan tersayang @saktisoe: Ever tried. Ever failed. No matter. Try again. Fail again. Fail better.

Jakarta, 18:17 PM. Minutes before heading home.

Advertisements

8 thoughts on “The Unknown

  1. wraith says:

    Defence mechanism yang hebat…rasionalisasi dari setiap hal yang tidak menyenangkan yang dirasakan…defence yang matur…good…tapi ah, yang namanya defence mechanism, siapa yang tahu isi hatimu yang terdalam…Van Gogh melukis, dan Plato berpuisi…so, what else will you create to cover it, dear?

    • :), terimakasih untuk komennya, analisa yang bagus sekali. Things I (think) I am good at is only writing, so you would probably find further writings that, at first, is not intended to cover anything, but to dig deeper what is lies deep inside the heart :D. By the way, mungkin lebih unyu kalau disebut surviving effort, bukannya surviving effort dan defence mechanism hanya dipisahkan oleh garis tipis keyakinan dan harapan? 🙂

  2. wraith says:

    its simply impress people…seems like you try to be mysterious, try to make people curious to what you have experienced, which i guess, unpleasant one (because people tend to be open to share their joy, but not for their sorrow). Terkesan melipir untuk mengungkap yang sebenarnya dirasakan, agak terlalu banyak kiasan menurut saya. Semacam ada kekhawatiran bahwa dengan bahasa denotatif bukannya menyembuhkan tapi justru semakin melukai. Antara ingin cerita tapi tidak mau terbuka, antara menulis untuk berbagi atau lebih ke tujuan menenangkan diri sendiri. To be unsuccessful, again and again, is absolutely not easy. let’s see how those mature-type defend mechanism works in your case…and let’s see what stories will follow it…

    • I am very much impressed by the way you interpret my writing :). And yes it’s true that I prefer to writes using lots of flowery words as an attempt to describe things from brigher side. Why bother to pour salts on the open wounds?. Thank you for your visit and kind attention anyway 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s