Menembus Batas Impian Melalui Teknologi

Kartini dan digital.

Dua kata yang apabila diletakkan berdampingan mengingatkan saya pada sesosok perempuan cerdas yang tahu bagaimana membawa dirinya dan bisa berkontribusi maksimal untuk lingkungan sekitarnya melalui perkembangan teknologi, terutama teknologi digital.

Sosok Kartini sejatinya memang menginspirasi banyak orang, di masanya dia adalah perempuan yang pemikirannya melampaui batasan jaman. Di jamannya, Kartini mengusahakan pengakuan dan kemajuan kaum perempuan di bidang sosial dan ekonomi, salah satu caranya melalui korespondensi dengan sahabat-sahabatnya di belahan dunia yang lain. Kemampuannya berbahasa asing dan kesukaannya membaca banyak literatur, termasuk literatur asing, telah memperluas cakrawala berpikirnya dan membuatnya mampu melakukan banyak hal. Berkorespondensi dengan orang-orang asing adalah sesuatu yang jarang dilakukan perempuan di masa itu, dimana atribut alami keperempuan yang melekat kuatΒ  hanya memperbolehkan perempuan beradaΒ  di area domestik sebatas kamar dan dapur. Kartini berpikiran maju, karena menurut beliau perempuan justru harus pintar, demi kemajuan dirinya sendiri, keluarganya dan anak-anaknya kelak. Ide dan pemikiran beliau tentang persamaan hak bagi perempuan telah mampu mengantarkan kaumnya menuju suatu masa dimana perempuan juga memiliki kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki. Telah lebih dari seratus tahun berlalu sejak Kartini mengemukakan ide tentang kebangkitan perempuan dan Kartini boleh berbangga hati karena kini bisa kita lihat banyak perempuan hebat dan kuat yang mampu meraih mimpi-mimpinya.

Ide Kartini tentang kemajuan perempuan terus bertransformasi mengikuti perkembangan jaman dan tentunya teknologi yang ditandai dengan kemunculan telepon, komputer, dan internet. Tidak bisa dipungkiri bahwa peran teknologilah yang memjembatani perempuan untuk mengaktualisasikan dirinya dan berperan aktif mewujudkan perubahan terhadap lingkungan sekitarnya.

Salah satu perempuan yang mampu memanfaatkan teknologi, terutama internet untuk memajukan kaumnya adalah Sakti Soediro, perempuan muda kelahiran Yogyakarta, 30 tahun yang lalu. Seorang arsitek, interior designer, blogger, web designer dan fotografer yang kini menetap di Pulau Bali. Ia memilih untuk melepaskan kemudahan fasilitas kota besar demi memfokuskan diri bekerja untuk proyek yang mengutamakan hati dan kemanusiaan, sebuah proyek idealis yang hanya mungkin terjadi dengan bantuan teknologi.

Salah satu contoh nyata adalah ketika Sakti bertemu I Putu Restiti, seorang perempuan muda berumur 19 tahun yang tinggal di desa Songan, Kintamani, sebuah desa cantik di tepi danau Batur. Restiti memiliki keterbatasan fisik berupa kelainan pertumbuhan tulang yang membuatnya sehari-hari bergantung pada sang ibu dan geraknya dibantu kursi roda. Restiti tidak pernah mengeyam bangku sekolah karena ketidakmampuan ekonomi. Tetapi Tuhan memang Maha Adil karena Restiti memiliki kemampuan menjahit yang dipelajarinya dari sang ibu. Dengan kemampuannya menjahit, Restiti mengisi waktunya membuat kebaya dari bahan sisa. Kebaya jahitan Restiti bukanlah kebaya biasa, melainkan kebaya Bali untuk boneka Barbie. Cerita tentang Restiti kemudian disebarluaskan Sakti melalui internet dan jaringan pertemanan dunia maya. Baju kebaya buatan Restiti dimuat dalam satu situs yang dibuat khusus oleh Sakti dan bisa diakses melalui http://www.puturestiti.com, juga blog pribadi,Β  twitter dan facebook pribadi miliknya. Hasilnya, kebaya mini Restiti dikenal luas dan kini dikenal dengan Restiti’s Balinese Kebaya. Kondisi ekonomi keluarga Restiti terbantu dan yang lebih utama adalah Restiti mulai percaya diri dengan kemampuan dirinya dan berani bermimpi lebih tinggi. Mimpi Restiti sangat sederhana, ia hanya ingin hidup lebih layak, dan teknologi memfasilitasi mimpinya.

Selain “proyek” Restiti, Sakti juga tergabung dalam komunitas arsitek muda yang mempunyai agenda pertemuan bulanan untuk saling berkumpul dan bertukar ilmu melalui program Architects Under Big Tree. Sesuai namanya acara ini dikemas dalam format santai dan berlokasi dibawah pohon dimana setiap peserta bebas bertanya dan berbagi informasi. Sakti adalah arsitek yang peduli dengan pembangunan yang berjalan selaras dengan alam, dan ide-idenya mengenai bangunan yang ramah lingkungan dan memperbanyak proyek penghijauan di area perkotaan disebarluaskan melalui forum tersebut. Perkenalannya dengan komunitas Architect Under Big Tree dimulai dari facebook dan twitter, kedua akun media sosial tersebut memudahkannya merangkul banyak pihak demi merubah paradigma tentang arsitek perempuan yang hanya bisa berada di balik layar kesuksesan sebuah proyek.

Teknologi, terutama digital, telah memudahkan Sakti melakukan banyak hal istimewa dalam hidupnya. Bukan hanya tentang mengembangkan kemampuan dirinya dan mensejajarkan diri dengan kaum laki-laki tetapi juga berperan aktif terhadap lingkungan sekitarnya. Bagaimanapun juga, diperlukan kedewasaan dan kecerdasan yang cukup untuk memanfaatkan teknologi. Perkembangannya yang pesat dan kemudahan mengakses informasi tetap harus diiringi dengan kemampuan untuk menggunakannya dalam konteks positif. Teknologi sendiri ibarat pedang bermata dua, penggunaannya yang berlebihan justru akan mencabut akar dirinya sebagai makhluk yang harus berinteraksi dalam dunia nyata, bukan hanya dunia maya. Sakti adalah seorang yang mampu berpijak pada keduanya, ia adalah contoh nyata bagaimana interaksi sosialnya di dunia nyata berjalan selaras dengan interaksinya di dunia maya. Ia tahu porsi yang ideal untuk masing-masing sisi dan berhasil memanfaatkan teknologi sebagai jembatan untuk mewujudkan mimpinya, mimpi orang-orang di sekelilingnya dan merubah dunia melalui langkah-langkah kecil yang konsisten dilakukannya.

Postingan ditulis dalam rangka Kompetisi Menulis Blog yang diselenggarakan oleh XL.

Advertisements

15 thoughts on “Menembus Batas Impian Melalui Teknologi

  1. Kartini itu adalah perempuan yang benar benar memahami, if sometimes the sweetest journeys begin with a road you never would have taken if something hadn’t happened to change your course. A model who really understand when Life isn’t working out as you’d hoped it might, be tough and TAKE HEART. Something better is coming along shortly. All you really need to do is free yourself from preconceived ideas and insecurities, and to follow your heart.

    Dibaca dengan penuh haru diatas Prambanan Express, kereta rakyat dari Jogja tujuan Solo. Diback sound ni Bengawan Solo nya Gesang feat Sundari Sukotjo over and over again.

    Banyak cinta buat kamu sayang!

    :*

  2. Penjahit + Barbie = kebaya Barbie; Blogger + kebaya barbie = posting; posting + socmed = publikasi; publikasi + order = sukses. All hail internet! πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s