Saya dan Hijab

Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi dalam hidup.  Semua orang berubah, termasuk saya.

Berhijab merupakan keinginan saya sejak dulu, tetapi saya merasa saya belum menemukan waktu yang tepat untuk melakukannya. Perjalanan religius spiritual yang mulanya saya lakukan sebagai upaya menyembuhkan diri, rupanya juga mampu membuat saya seketika berhijab tanpa ragu dan tanpa bertanya kenapa.

Beberapa sahabat mempertanyakan keputusan saya, beberapa diantaranya bertanya seperti apakah rasanya. Sulit menjelaskan dengan bahasa sederhana, mungkin seperti ketika diantara riuh rendah suara dan langkah gegas gesa kau temukan rona jingga di lanskap senja. Cantik dan menenangkan. Ada nyaman yang tak terejawantahkan aksara, ada sejuk yang mengalir tenang dan memabukkan panca indra. Seperti sejumput rasa manis yang ingin selalu dicecap setiap saat, dan manis itu adalah candu abadi dalam hidup saya.

Sang Maha Penyayang punya cinta tak berbatas, dan DIA memperlihatkan cintaNYA melalui serangkaian jalan
berliku dan ujian hidup. Berhijab adalah usaha saya memperlihatkan cinta saya kepadaNYA dalam kemampuan terbatas saya sebagai manusia. Adalah kuasaNYA yang membuat segala kecemasan, ketakutan, kesedihan dan kekhawatiran berkepanjangan di dalam diri luruh begitu saja. Hilang. Lenyap tak berbekas.

Hijab melindungi saya, dari segala bentuk perangkap hati yang melenakan. Dan kini setiap hembusan nafas adalah untaian syukur saya karena diberi kesempatan memperbaiki diri dan merasakan cintaNYA yang kekal dan abadi.

Alhamdulillah Ya Rabb.

Picture is taken from http://bit.ly/fuCBZL

Advertisements

17 thoughts on “Saya dan Hijab

  1. SubhanAllah hijab sebenarnya bukan beban bagi muslimah . . yah kayak kita makai baju aja gimana sih rasanya kalau nggak makai baju ? Risih kan kita nggak nutup badan begitu pula dengan hijab rasanya malu kalau nggak nutup kepala 🙂

    • :), iyaaa, tadinya takut2 karena ngerasa bebannya berat. Ternyata emang harus “jump off” jadi ga mikir apa2 yang penting kudu pake dulu.. hehe.. thanks ya mbaak 😀

  2. Kian says:

    Alhamdulillah, aq suka cara pendeskripsian perasaannya lewat kalimat..ademnya ngena..
    berubah itu emang sulit..semoga selalu diridloi Allah..
    oia salam kenal

  3. ireng.tunteng says:

    hati yang hancur sudah mengencerkan imajinasi dan melelehkan kebekuan pola pikir lagi.
    sayap yang patah mengajarkan kembali untuk merangkak, berjalan dan berlari untuk mengembangkan potensi.
    sekarang kamu sudah menggandeng jiwa-jiwa dengan pesona kalimat-kalimatmu,
    selamat ya…. wellcome back

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s