Pagi Yang Gaduh dan Seorang Teman Lama

Seorang teman lama tiba2 mengirimkan pesan dan bertanya kabar. Bukan hal yang luar biasa memang, kecuali bahwa kami sudah tidak pernah berhubungan lagi sejak beberapa tahun yang lalu. Kehidupan selepas SMU memisahkan kami dan kami mulai jarang berkomunikasi,hingga tak sekalipun saya dengar berita tentangnya, sampai sekitar 2 bulan yang lalu dia mengirimkan undangan pernikahannya melalui situs sosial online.

Dia bermimpi tentang saya, dan mengigau setelahnya. Dia memutuskan menghubungi saya karena khawatir terjadi sesuatu dengan saya.

“Apa kabar?” tanyanya. ” Alhamdulillah baik-baik saja” jawab saya. Situasi kantor yang sibuk tidak memungkinkan untuk kami berbincang melalui telepon, tetapi kami melanjutkan bertukar kabar melalui pesan singkat.

Sejauh yang saya ingat dari pertemanan kami dahulu, dia bukanlah tipe orang yang suka dengan keramaian, cenderung penyendiri, sedangkan saya sebaliknya, tetapi kami nyaman bercerita satu sama lain. Kami membicarakan banyak hal, sebagian besar bertemakan hidup. Tema yang cukup berat untuk remaja belasan tahun. Kami bertukar prosa, dan saya ingat ada satu prosa buatan saya yang terus disimpannya hingga kini. Saya kagum padanya, pada kemampuannya “membaca” saya tanpa saya perlu bercerita, dan hingga kini terbentang jarak pun ia masih sanggup melakukannya. Kami begitu berbeda satu sama lain, tapi sekaligus sama.

“Saya dibangunkan dari tidur karena mengigau nama kamu”, katanya. Ada satu dorongan kuat yang membuat dia tergerak menghubungi saya. Dan saya terkejut, bagaimana bisa seseorang yang telah begitu jauh dengan saya, tiba-tiba terkoneksi dengan mudahnya dan cerita dari saya mengalir begitu saja.

Dia menguatkan saya, dan mengingatkan saya bahwa Tuhan sangat amat baik karena mengirimkan orang-orang seperti dia dalam hidup saya. Saya menyesal karena tidak menjadi teman yang baik untuknya, semoga saya bisa memperbaiki diri dan menjadi sahabat sejatinya.

Hari ini saya belajar lagi, bahwa terpisah sejauh apapun, teman sejati akan selalu ada. Menguatkan di kala lemah dan mengangkat di kala jatuh.

Terimakasih, karena sudah membuktikan diri bahwa kamu adalah memang sahabat sejati.

Advertisements

2 thoughts on “Pagi Yang Gaduh dan Seorang Teman Lama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s