Roti Tan Ek Tjoan, Roti Dalam Kenangan

Pagi ini gw sarapan dengan roti dan kopi hitam. Bukan roti biasa karena rotinya adalah roti coklat kacang buatan Tan Ek Tjoan. Namanya sendiri mungkin tidak asing untuk orang-orang yang menghabiskan masa kecil di Jakarta. Review tentang si roti yang lebih lengkap bisa di googling, hehehe..

Kopi hitam dan roti Tan Ek Tjoan

 

Dulu sewaktu gw masih bocah, banyak yang menjajakan roti ini dengan memakai sepeda gerobak, dan membunyikan terompetnya setiap pagi. Bunyi terompetnya menjadi ciri khas tersendiri karena suaranya yang nyaring. Sekarang tidak mudah untuk menemukan roti ini, apalagi setelah banyak produk roti baru seperti BreadTalk, dan sejenisnya yang tentu saja secara kemasan dan harga berbeda jauh. Pengolahannya pun berbeda dengan roti Tan Ek Tjoan, karena roti-roti modern ini menggunakan mesin dan tentu saja hasil akhirnya berbeda dengan roti yang dibuat secara tradisional. Roti Tan Ek Tjoan bertekstur lebih padat dan rasanya lebih manis, karena gula yang dipakai lebih banyak dan karena bahan baku yang lain juga tidak memakai pengawet, kue ini hanya mampu bertahan paling lama 2 hari. Kalau beli, paling si roti hanya dibungkus kertas minyak dan dimasukkan ke kantong kresek, boro-boro dikasih kardus atau plastik bening macam di mall πŸ™‚

Coklat tabur kacang

Variasinya sendiri cukup banyak, dari mulai roti coklat manis, roti coklat tabur kacang, roti nanas, roti strawberry, roti wijen, roti tawar, dan buanyaaakk lagi.

Di komplek perumahan gw sendiri, sudah tidak ada yang menjual roti ini, entah kenapa, mungkin sudah kehilangan peminat :(. Kesempatan gw untuk makan roti ini hanya kalau kebetulan nemu gerobak roti yang lagi mangkal di pinggir jalan. Seringnya nemu pagi-pagi di daerah Tosari, Jakarta Pusat, atau malam hari di halte Ratu Plaza. Cuma gw jarang beli kalo malem karena biasanya udah kenyang. Hari ini gw beli yang coklat kacang, besok mau coba yang coklat manis ah, atau yang isinya nanas. Nyuummm!!

Advertisements

8 thoughts on “Roti Tan Ek Tjoan, Roti Dalam Kenangan

  1. ah ya. aku udah lama banget pengen nulis soal roti Tan Ek Tjoan ini. rotinya enak, khas hand-made. beda banget ama roti-roti mall. cara menjajakan dagangan dengan gerobak, ini sepertinya memang udah jadi “tradisi” mereka.

    dulu pas di kantor lama sering beli pas berangkat ke kantor karena si penjual mangkal di depan kantor. agak siang dikit, bapaknya udah keliling. orangnya ramah dan enak diajak ngobrol.

    konont pabriknya ada di seputar Cikini (saya belum menelusuri ini). di Bogor, di jalan Surya Kencana, ada sebuah gedung bertuliskan Tan Ek Tjoan. jalan Surya Kencana memang sudah jadi pusat perdagangan sejak jaman Boutenzorg. ini menandakan umur Tan Ek Tjoan memang sudah renta. πŸ™‚

  2. Ha3 roti langganan ku. Rotinya besar2 dan empuk. Harganya 10 rb 3 biji hi3, bisa buat sarapan dan nyemil di sore hari. Jajanan yang murah dan mengenyangkan

  3. Saya ingat kakek saya di bandung, sejak saya pindah ke bogor, kalo pulang ke bandung kakek saya selalu pesan roti ini…namun itulah, saya selalu tidak sempat/lupa membelikan roti ini kepada kakek saya yang dulu pernah dan sering membeli roti ini…sampai kakek saya meninggalkan dunia… sekarang hampir tiap pagi beli roti ini … di dekat stasiun sudirman ada yang mangkal kalo pagi antara jam 7-9…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s