Lunch dimana?

Pertanyaan yang selalu muncul bahkan ketika pagi-pagi baru sampe kantor adalah “lunch dimana?” :D. Padahal belum taruh tas dan belum duduk di kursi, tapi pertanyaan itu wajib diajukan karena (lagi-lagi) mencari tempat makan siang yang enak dan murah di sekitaran Thamrin adalah menyenangkan sekaligus menantang.

Menyenangkan kalau bisa makan berame-rame sama temen2 kantor sekalian gegosipan, dan menantang karena ga mudah nemuin tempat makan yang makanannya enak, murah dan tempatnya nyaman. Seringnya karena males keluar panas-panasan, gw dan teman-teman pesen buat dibeliin makan siang sama OB kantor. Menunya ga jauh-jauh dari gad0-gado, ketoprak, mie ayam atau nasi warteg. Karena gw termasuk pemakan segala dan suka jajan di pinggir jalan, gw pernah sakit tipes dan diwajibkan jaga makanan. Beberapa temen juga pernah ngalamin diare dan sakit gara-gara kebiasaan makan yang ga bener.

Alternatif lain kalau mau makan yang aga mahal dan di tempat ber AC, menunya junk food karena adanya cuman The Cafe Cartel, Burger King, Pizza Hut, Mc’D atau KFC. Yang pasti, kantong bakal jebol karena sekali makan minimun ngeluarin 30-40 ribu perak. Booww, di warteg bisa makan sepuasnya itu :D. Belum lagi efek makan junk foodnya itu, lemak sama kolesterol pasti naik.

Untungnya beberapa bulan terakhir, tepat ketika gw sembuh dari tipes, gw menemukan ibu-ibu yang menyediakan catering buat pegawai kantoran. Menunya variatif dan harganya cuman 10 ribu rupiah per boks.

Catering

Setiap hari menunya berubah-ubah tapi komposisinya selalu sama, ada nasi, sayur, daging/ikan/ayam, tempe/perkedel/bakwan/, sambal dan tentu saja buah. Menu maksimalis harga minimalis kalo gw nyebutnya. Coba kalo ada susu juga *maruk* :p. Selama ini gw dan temen-temen kantor cocok sama rasa masakannya, ga heran kalo bisa setiap hari pesen catering, daripada keluar panas-panasan dan harga makanan ga sesuai sama rasanya. Masakan catering ini jauh lebih bersih dan terjamin dibandingkan makanan yang dijual di pinggir jalan. Bahkan, kalo kebetulan lagi puasa, kita bisa simpen makanannya sampai waktu buka dan boksnya diambil besoknya.

Ini peluang bisnis yang cukup bagus, karena banyak pegawai kantoran di gedung-gedung bertingkat di Jakarta yang ga semuanya punya budget untuk makan siang di mall, bahkan banyak di antara mereka yang makan siang di gang-gang sempit yang tempatnya di antara gedung bertingkat. Tentunya kalau makan disini, jangan diharapkan suasana nyaman ya, karena pasti berdesak-desakan dan panas.

Gw sih merasa terbantu sekali dengan adanya si ibu penyedia catering ini. Jadi, lunch dimana kita?? 😀

Advertisements

4 thoughts on “Lunch dimana?

  1. adityahadi says:

    dulu sering banget beli mbak, sekarang seiring turunnya angka penjual, ya otomatis pembelian juga berkurang, hufh hufh

    istilahnya, mw beli di mana …. gt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s