Movie Review :: UP and Orphan

So I manage to watch some movies in between my hectic days. Dua film terakhir yang gw inget dan membekas adalah UP dan ORPHAN. Mumpung ingatan gw masih cukup baik, jadi gw memutuskan buat nulis review, kali2 aja ada yang pengen nonton setelah baca reviewnya πŸ˜€

UP

UP Images

Simple aja, karena film2 buatan Disney dan Pixar itu masuk kategori wajib tonton buat gw. Dari segi animasi, ga usah dipertanyakan lha ya, dan selalu ada nilai edukatifnya.

Bercerita tentang seorang Carl Fredricksen, yang berusaha mewujudkan mimpi dia dan istrinya, Ellie, untuk bertualang ke Amerika Selatan. Fredricksen bertemu dengan istrinya ketika mereka masih sama2 bocah. Ketika itu, dunia sedang hangat membicarakan petualang terkenal yang bertualang ke Paradise Falls, Amerika Selatan, dengan balon udara. Fredricksen dan Ellie bersemangat untuk mengikuti jejak sang petualang, walaupun akhirnya sang petualang tersebut hilang dan tak pernah kembali.

Waktu berlalu hingga akhirnya mereka menikah, membangun rumah tangga dan disibukkan dengan rutinitas sehari-hari, hingga mimpi untuk bisa bertualang ke Paradise Falls nyaris terlupakan. Karena ada sesuatu masalah dengan Ellie, mereka tidak bisa memiliki anak.Β  Rumah yang mereka bangun dengan susah payah pun kini dikelilingi gedung2 bertingkat, dan tidak ada lagi ruang tersisa untuk mereka. Tak lama kemudian Ellie meninggal karena sakit, dan Fredricksen hanya tinggal sendirian, dan menjadi amat sensitif sampai akhirnya melukai pekerja konstruksi yang tak sengaja mematahkan tiang kotak suratnya. Pengadilan memutuskan Fredricksen bersalah dan dia diharuskan tinggal di rumah jompo dan harus merelakan rumah kesayangannya dijual.

Dan dari sinilah petualangan dimulai. Fredricksen memutuskan untuk bertualang demi mewujudkan mimpi Ellie untuk pergi ke Paradise Falls. Berangkatlah ia dihari ketika ia dijemput petugas panti sosial. Ribuan balon gas dipasangkan di rumahnya sehingga rumah itu bisa terbang seperti pesawat balon udara. Dan ternyata ia tak sendirian, seorang bocah pramuka bernama Russell, yang sedang mengumpulkan pin pramuka untuk tugas pelayanan kepada orang tua,Β  bersikeras ikut bersamanya dan membantunya.

Di dalam perjalanan, mereka menemui badai dan secara tak sengaja terhempas di dekat Paradise Falls, dan perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan, mereka bertemu burung cantik dengan bulu warna warni yang ternyata diincar oleh sang petualang legendaris. Burung yang dinamai Kevin itu kemudian menjadi teman perjalanan Fedricksen dan Russel.

Perburuan yang dilakukan oleh sang petualang legendaris terhadap Kevin membuka mata Fredricksen bahwa di dalam hidup, ia juga harus bersedia tolong menolong dan mengesampingkan ego. Keinginannya menginjakkan kaki di Paradise Falls terwujud tetapi ia harus merelakan Kevin dan Russel ditangkap musuh. Dengan keyakinan bahwa ia harus menyelamatkan mereka berdua, berangkatlah ia ke sarang musuh dan berhasil membawa mereka pulang dengan selamat.

Jalan cerita yang simpel namun dikemas dengan adegan-adegan lucu, serta teknik animasi yang bagus membuat film ini menjadi layak tonton untuk semua umur. Nilai edukatif yang terkandung didalamnya merupakan poin tambahan buat film ini. All in all, it’s great! i would love to see it for thousand times πŸ˜€

ORPHAN

Orphan Images Okay, film kedua adalah Orphan. Pertamanya gw ga terlalu interest nontonnya, tapi pas liat thrillernya gw jadi penasaran.

Dari detik pertama film dimulai, suasana horor uda terbangun lewat backsound yang bikin merinding. Bercerita tentang sepasang suami istri, Kate dan John, yang baru saja kehilangan bayi yang sedang dikandung Kate. Trauma dan rasa amat kehilangan membuat Kate limbung dan harus berkonsultasi rutin dengan psikiater. Trauma ini juga membuat hubungannya dengan suaminya menjadi hambar.

Dalam usahanya mengembalikan kepercayaan dirinya, Kate memutuskan untuk mengangkat seorang anak, dan di panti asuhan, mereka bertemu Esther dan langsung memutuskan untuk mengangkat ia sebagai anak.

Kate dan John amat terkesan pada Esther karena ia adalah seorang anak dengan kecerdasan di atas rata-rata dan berkelakuan amat sangat santun. Walaupun ia berasal dari Rusia, bahasa Inggris yang digunakan Esther amat sangat sempurna.

Di hari pertama Esther bergabung, anak pertama Kate, Daniel sudah merasakan kejanggalan pada Esther. Ia merasa Esther berniat merebut kasih sayang orangtuanya. Sifat asli Esther yang manipulatif mulai terkuak sedikit demi sedikit. Beberapa kekacauan mulai ditimbulkan di sekolah dan di rumah, sampai Kate memutuskan mencari tahu latar belakang Esther. Dan ternyata kekacauan selalu ada dimana Esther berada. Ternyata Esther adalah pasien rumah sakit jiwa di Estonia yang amat sangat berbahaya dan berhasil kabur dari sana. Kejutan lain adalah Esther bukanlah seorang gadis kecil, melainkan perempuan dewasa berumur 33 tahun yang mengalami kekerdilan fisik dan membuatnya tampak seperti anak kecil. Ia selalu berusaha menarik perhatian ayah angkat keluarga barunya dan apabila tidak berhasil, maka seluruh keluarganya akan dibunuh.

Beberapa adegan mengerikan menjadi bumbu yang membuat film ini cenderung mengocok perut dan membuat mulas siapapun yang menontonnya. Walaupun terdapat kekosongan di beberapa bagian, tapi kejutan dan jalan cerita yang tak mudah ditebak menjadikan film ini menjadi alternatif tontonan kala weekend.

Oh ya, review ini dibuat oleh pengamat film amatiran seperti gw, jadi jangan mengharapkan review dari segi teknis ataupun gambar ya. Sebisanya gw ajah..hehehehehe…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s