To Forgive

76092396Gimana ya caranya? Itu pertanyaan yang sering muncul di kepala gw kalo gw dihadapkan di situasi yang mengharuskan gw memaafkan kesalahan orang lain.

Well, our path are crossing to everybody’s path and sometimes bad things happened. Question arise is how then we manage to forgive and forget all that happened?

Sebagai manusia biasa yang susah mengendalikan amarah kaya gw, memaafkan adalah bukan sekedar bilang maaf..tapi nyembuhin lukanya itu..takes time bow..

Terkadang, ketika gw sudah merasa sanggup buat memaafkan dan going settle, tiba2 ada sesuatu yang membuat gw terlempar ke masa lalu dan membuat gw mengingatnya lagi. Dan gw akan jauh lebih marah karena itu. Apa karena dari sisi psikologis memang perempuan cenderung memakai perasaan ya? Bahkan apabila si pembuat onar juga sudah sampai berlutut dan menangis memohon ampun, ketika hati masih beku, segala bentuk maaf tidak akan dikabulkan. Ngeriii..

Kalo dari gw pribadi sih ya, gw memang masih blm sampe di tahap yang bisa instantly maafin kalo ada orang yang bikin gw bete ato menoreh luka (haiahh), gw butuh proses utk akhirnya menyadari kalo dengan memelihara kemarahan itu sendiri, gw sebetulnya sedang menyakiti jiwa dan perasaan gw. Ga ada untungnya juga bow kalo menyimpan kemarahan lama2, lha wong subjek penderita aja ga ngrasa salah..aih aih..

Tapi secara umum gw mengakui kalo memaafkan dan melupakan kesalahan orang itu adalah the biggest life challenge bwt gw. Sampe sekarang. Sepertinya gw membutuhkan waktu lebih lama untuk berproses dibandingkan dengan temen2 gw.

Tapi bukan berarti gw pendendam lho ya, utk kasus besar, gw memang butuh waktu, tapi kalo masih bisa ditolerir dan emang ga penting buat diributin, ya gw akan menjadi orang yang amat sangat cuek dan santai sedunia. Aneh emang perempuan ya..hakhak..

Anyway, hopefully I can manage myself to be a better forgiver person..hopefully.. šŸ™‚

Note: picture taken from getty images

Advertisements

4 thoughts on “To Forgive

  1. forgiven but not forgotten šŸ˜€

    aku mah lebih baik memaafkan, tapi ndak melupakan kesalahan orang. aku males aja menyimpan “dendam”. setiap orang pati punya kesalahan, kok

    mengingat kesalahan juga demi belajar, agar tidak terulang lagi. šŸ™‚
    šŸ˜€

  2. Dian says:

    @Stupid Cupid: setuju!!
    @Mas Zam : ho’o, mungkin susah nglupain, tapi maafin itu ternyata meringankan hati :))

  3. utaminingtyazzzz says:

    yang jelas aku masih harus belajar banyak..
    memaafkan seseorang yang udah nyakitin, terutama seorang yang dekat, susaaaaaah sekali šŸ˜¦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s